Natal
Sekiranya tiga derajat lalu dingin tak membikinku gemetar,
aku akan terus menyanjungmu sebagai kekasih terbaikku di tahun-tahun ketika
samsara tiada bersuara. ketika segala decak kagummu kepadaku perlahanlahan
berubah kian muram.
bahkan bila segala tadi diukur dari jarak tempuh, dan
seberapa manis kisah ini terus diceritakan. segalanya tetap menjemukkan.
mama tahu, aku memintal ketulusan sejauh yang aku sanggup.
dan bila malam sudah terlalu jauh menggelapkan maling-maling tobat yang
menekuri tahajud dalam isyarat-isyarat gugup mereka, kita tentu akan menangis
merasakan jerebu rindu yang putus-putus.
bahkan lagi apajika sepersekian keuntunganku bertemu kau
dengan takaran keberuntungan yang sudah diarsipkan oleh sang hyang bumi ini,
tampaknya kita akan berkutub-kutub membentuk penolakan yang sama keras. hanya
satu pasukan badai itu yang kupunya buatmu, meski telah kudoakan agar ia
menjagamu dengan baik-baik belaka. beberapa orang memang diciptakan untuk
memiliki sengit tak putus yang tanpa alasan, dan kuharap kita tak memiliki satu
pun. kukira, mengasihimu dengan rendah hati pun tak cukup. aku perlu sedikit
lebih wajar. supaya natal tetap membingkiskan pada bathinku sukacita yang
kupesan.
26122015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar