Aku dan Kamar

Aku dan Kamar

Kamis, 05 Oktober 2017

Fill Them Heart Holes if They ain't Fit, Please

Fill Them Heart Holes if They ain't Fit, Please


Itu adalah berita buruk
kepergian yang cepat
dan suara senggukmu dari jauh
semuanya jadi satu, jadi papa
jadi tak punya
jadi pergi
jadi hilang
jadi miskin 
jadi sesal
jadi ungkap dan segala nonsense
atas segala isi pikir dan susah lelap
aku hanya ingin menemanimu
mungkin liwat nulis begini
dari yang paling dalem
dan tak kauketahui


Brighton, 2017

PSS Sleman di Antara Es Moka dan GoTix yang Serba-Serba

PSS Sleman di Antara Es Moka dan GoTix yang Serba-Serba


Saya mengambil 234 premium setelah meletakkan es moka Dunkin di atas meja. Menatap bis lalu lalang, mengambil handphone, memberi tap cepat untuk tiap story instagram sobat-sobat, scroll ke bawah dan mengantisipasi semua berita paling anyar. Dari Tim kesayangan saya PSS Sleman, ada kabar bahwa GoTix akan makin memudahkan urusan tiket. 
Anda tahu, Setelah 25 tahun, hidup makin gampang untuk digawat-gawatkan. Maka saya sesap es moka di antara lalu lalang kemudi ngawur bus 86 jurusan Sullivan-Reservoir, itu mengingatkan saya betapa Kobutri jalur 17 turun di Kemetiran adalah bagian dari banyak pahit manisnya urip ini. TransJogja adalah milestone untuk segala yang berlalu di kota saya tumbuh. Dan tentu saja setelah moka dan seisap dua isap cengkeh, semuanya oke belaka.


Saya memang baru bangun, dan ini 13.36 siang di antara terik Harvard Square yang penuh dengan pelajar yang suka asik rasan-rasan politik. Siapa lebih membual antara Trump dan Obama, dari malam ke malam pertanyaan yang sama dengan jawaban-jawaban yang kian hari kian memprihatikan. Pada rasa moka yang dingin juga saya menyerahkan hari yang baru dimulai sejak siang, sebabnya semalam saya menahan diri untuk terjaga menunggu PSS vs PSPS, dan skor 1-0 cukup mengantarkan saya tidur nyenyak. Walaupun saya dapati setelah bangun pertandingan berujung seri lewat gol penyeimbang dari Riau. Saya mengingat Kurniawan DY pernah di sana, tim yang lumayan ndrawasi dengan Dzumafo tua di depan situ.
Di belahan lain di dunia ini, Anda tak pernah tahu pasti berapa banyak orang rela begadang menunggu timnya disiarkan. Entah Juventus Fans Pamulang ataupun PSS Fans di Jeddah, mereka mungkin sama-sama punya hak jawab atas pertanyaan Orhan Pamuk, "Tell me then, does love make one a fool or do only fools fall in love?"


Ini adalah 16 besar di mana zaman tampak makin getir, semua orang mulai gelisah dan mengabarkan isi hati kepada orang luas bahwa mungkin saja kiamat makin dekat. Mungkin tidak makin jauh. Setiap kekalahan bisa jadi lebih meresahkan dari biasanya. 


Namun sudah Tak terhitung sudah awan berarak di atas Tridadi, hujan yang dientas dengan helm dan bilboard pada satu match tak jadi yang selalu dikenang, sampai surup indah di ujung spiral pilar maguwo yang selalu muncul dalam unggahan pendukung PSS di media sosial, PSS Sleman melalui banyak hal yang mantep banget dan personal. Tiap orang punya kebaktiannya sendiri untuk sampai pada iluminasi bahwa pengorbanan dan perubahan dari tahun ke tahun itu ada dan niscaya, dan saya bangga mengatakan tim kesayangan saya ada di situ; Okupansi penuh check, dukungan tandang kandang yang penuh gairah check, sinergi pemain-pendukung check, tahu ke mana mesti berubah check. Jika ada pengakuan dosa terhadap bagusnya perubahan adalah, saya menyukai musik-musik yang enak dicerna telinga. Menonton PSS hari ini adalah seperti datang menonton sepakbola dengan pengalaman baru yang bisa anda kabarkan ke sanak keluarga tidak dengan malu-malu, dan ini berita paling bagus dari sekian tahun tadi. Dari Selatan dan Utara ada keasyikan lain dari cara dukung yang pada kesempatan lain bisa menentukan semangat bermain, juga semarak penonton biasa. Chants yang dinyanyikan serentak dan menghentak dan menggerakkan bulu kuduk, dari situlah kita tahu bahwa mereka yang bermain di lapangan juga sedang dikobar semangatnya. Dari peristiwa ke peristiwa, dan kesalahan ke kesalahan, dari maaf ke maaf, dari hebat ke lebih hebat, PSS ada di sana. Hari ini, potret Ibu-ibu membawa anaknya ke stadion atau kanak-kanak mengerjakan tugas di tangga tribun adalah pemandangan menetramkan yang bisa disyukuri. 


Go Tix adalah potret lain dari PSS dan solek molek modernitas. Tidak ada yang lebih mudah dari hidup di Indonesia jika punya duit cukup, sabun Lux maupun susu formula kini bisa diorder sampai depan pagar rumah. Anda bisa bermewah-mewah dengan waktu, tentu saja selagi punya. Jika hari Anda sedang menyedihkan dan Anda kurang suka dengan keramaian pada antrian panjang, Anda bisa saja mendapatkan tiket yang diterima langsung lewat surel. Betapa..


Setelah beberapa sesap cengkih dan prongkol-prongkol es yang mulai memudarkan manis mokanya, saya dengan pelan menyadari bahwa dunia ini sedang pergi dari gelap zaman ke tempat yang makin asing, bagi si pesimis. Dan untuk itu, mereka mungkin sudah siap mengungsi dari banyak soal. Bagi mereka yang senantiasa riang menyambut perubahan dan optimis pada kebaruan, barangkali dunia ini sedang pergi dari mediokritas ke tempat yang makin rapi dan tertata. 


Tentu dong, tansah eling lan waspada. Semoga menang di Cilegon!


Harvard Sq
2017